Ease of Doing Business di Indonesia Terus Membaik


Indonesia terus menunjukkan prestasinya dalam memperoleh predikat sebagai negara yang ramah untuk berbisnis. Hal ini terlihat dari tingkat Ease of Doing Business (EODB) di Indonesia yang terus membaik. Pada 2018, tercatat EODB di Indonesia berada di peringkat 72 dunia, bahkan lebih baik dari China yang menempati posisi ke-78.

Untuk diketahui, EODB merupakan indeks yang dibuat oleh Bank Dunia guna mengurutkan negara-negara global berdasarkan tingkat kemudahan berbisnisnya. Proyek Bank Dunia ini telah diterapkan sejak 2002 dan laporan pertamanya terbit di 2003. Pada mulanya, peringkat EODB diberikan berdasarkan 5 kelompok indikator dari 133 kegiatan ekonomi yang dinilai. Namun dalam perkembangannya, kini penilaiannya menggunakan 10 kelompok indikator untuk 190 kelompok bisnis.

Tujuan penilaian kemudahan berbisnis ini sendiri adalah untuk memberikan dasar yang objektif kepada para pelaku pasar tentang kemudahan berusaha di suatu negara. Harapan lebih lanjutnya, pemerintah bisa merenspons dengan baik hasil penilaian EODB tersebut melalui kebijakan yang tepat.

Indikator penilaian dalam EODB

  1. Pengurusan berbagai perizinan yang perlu dilakukan untuk memulai usaha.
  2. Izin mendirikan bangunan untuk kegiatan usaha.
  3. Pendaftaran tanah sebagai kepastian dan perlindungan hukum pemegang hak atas suatu bidang tanah, satuan rumah susun dan hak-hak lain.
  4. Pembayaran dan jumlah pajak kepada perusahaan sesuai aturan perpajakan yang berlaku.
  5. Hak legal peminjam dan pemberi pinjaman terkait dengan transaksi yang dijamin dan kedalaman informasi kredit
  6. Biaya dan waktu dalam penyelesaian perselisihan perdagangan dan kualitas proses hukum.
  7. Perihal prosedur, waktu dan biaya dalam memperoleh koneksi jaringan listrik, pengadaan listrik yang baik, dan biaya konsumsi listrik.
  8. Kemudahan dalam mengekspor barang dari perusahaan yang memiliki keunggulan komperatif dan impor suku cadang.
  9. Kemudahan dalam tingkat pemulihan dalam hal kebangkrutan komersial dan kekuatan kerangka hukum kepailitan.
  10. Perlindungan bagi pemegang saham minoritas di suatu negara.

Dengan penilaian-penilaian tersebut, indeks EODB di Indonesia sejatinya terus bertumbuh signifikan. Pasalnya di 2008, indeks kemudahan berbisnis di Indonesia hanya menempati posisi ke-129 dunia. Peringkat Indonesia terus naik secara progresif hingga bisa menduduki posisi ke-72 pada 2018. Posisi ini bahkan melompat jauh dibandingkan peringkat di 2017, di mana EODB Indonesia berada di peringkat 91 dunia.

Semakin baiknya EODB ini secara langsung menunjukkan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif untuk memulai suatu usaha. Peringkat kemudahan bisnis yang membaik menunjukkan keadaan ekonomi dan sosial yang juga membaik.

Sejauh ini, setidaknya ada empat upaya pemerintah untuk terus menggenjot kemudahan berbisnis di Indonesia. Pertama dengan perbaikan regulasi di berbagai sektor. Kedua, ada upaya mempercepat standar waktu pelayanan dengan menyederhanakan prosedur. Ketiga, melakukan sosialisasi lebih efektif terhadap regulasi yang dianggap dapat mendorong kemudahan berusaha di Indonesia. Lalu yang keempat adalah peningkatan pelayanan melalui sistem online, seperti dengan menerapkan online single submission.

Sumber:
eodb.ekon.go.id/pertanyaan/
eodb.ekon.go.id/indikator-eodb/
doingbusiness.org/about-us
investindonesia.go.id/images/uploads/whyinvest_file/Indonesia_Ease_of_Doing_Business_2018.pdf
nasional.kontan.co.id/news/jurus-pemerintah-mengejar-peringkat-40-eodb
ekonomi.metrotvnews.com/makro/0k8LEAOk-fokus-meningkatkan-ease-of-doing-business-di-indonesia
wartaekonomi.co.id/read188634/kepala-bkpm-harap-diplomat-ajak-investor-tanam-modal-di-indonesia.html
tradingeconomics.com/indonesia/ease-of-doing-business
doingbusiness.org/data/exploreeconomies/indonesia
esdm.go.id/assets/media/content/content-statistik-ketenagalistrikan-tahun-2016-1.pdf
ekonomi.kompas.com/read/2018/01/11/170143626/jonan-capai-9483-persen-rasio-elektrifikasi-2017-melampaui-target