Informasi Investasi Asing di Indonesia Kuartal I 2018


Investasi memiliki peranan penting untuk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya investasi ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga mencapai Kuartal I yaitu di periode Januari – Maret 2018. Informasi mengenai investasi tersebut disampaikan oleh pihak Bank Indonesia atau BI, dimana pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh investasi dan konsumsi dari pemerintah yang semakin meningkat.

Informasi Pertumbuhan Investasi Asing di Indonesia

Investasi ekonomi Indonesia harus semakin ditingkatkan, baik oleh pihak pemerintah, swasta, maupun asing. Karena dengan adanya investasi tersebut, maka sistem perekonomian di Indonesia semakin meningkat dan stabil. Selain itu, nilai ekspor harus selalu lebih tinggi dibandingkan nilai impor untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal yang diproduksi oleh Indonesia.

Selain pemerintah, pihak swasta pun turut berkontribusi untuk mendorong perekonomian di Indonesia menuju Kuartal I 2018. Hal ini dikemukakan oleh Agusman selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI bahwa meningkatnya investasi yang dilakukan oleh pihak swasta mampu meningkatkan konsumsi di sektor swasta.

Investasi pihak asing yang dilakukan di Indonesia pun turut membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investasi terbesar yang terjadi saat ini adalah untuk bidang konstruksi dalam menyelesaikan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, serta sektor primer yang didukung dengan permintaan eksternal.

Untuk kegiatan ekspor – impor pun mengalami peningkatan di setiap bulannya. Misal, pada bulan Maret 2018 total nilai ekspor mencapai nilai USD 15,58 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 10,24% dari total nilai di bulan Februari 2018. Sedangkan untuk impor pun mengalami total kenaikan di bulan yang sama, yaitu sebesar USD 14,49 miliar atau naik sebesar 2,13% dari bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut tentunya didukung oleh perkembangan investasi yang ada di Indonesia.

Dari adanya kenaikan nilai tersebut, setidaknya perekonomian di Indonesia mampu tumbuh pada rentang 5,1 sampai 5,5% di tahun 2018. Pihak BI menilai inflasi yang terjadi di tahun ini bisa diatasi, karena penurunan inflasi inti sejalan dengan ekspektasi inflasi yang tetap terjaga. Data investasi yang ada di Indonesia pun akan terus dipantau dan diproyeksikan oleh BI dan Menteri Keuangan sehingga tetap stabil.

Dampak positif lainnya yang dialami oleh perekonomian Indonesia adalah penerimaan perpajakan untuk merealisasikan APBN sehingga mencapai surplus pada neraca perdagangan. Dari adanya dampak tersebut, bisa dilihat bahwa perekonomian di Indonesia semakin menggeliat ketika berada di Kuartal I 2018. Hal ini akan terus dijaga dengan menerapkan berbagai kebijakan untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kemudian, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat bahwa neraca perdagangan di bulan Maret 2018 mengalami surplus sebesar USD 1,09 miliar. Pada tiga bulan sebelumnya, neraca perdagangan tersebut mengalami defisit secara berturut-turut, mulai dari Desember 2017 sampai Februari 2018.

Indikator lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kuartal I 2018 ini adalah pertumbuhan penerimaan pajak pada periode tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan RI, dimana penerimaan pajak tersebut mencapai Rp 262,4 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 10,3% dibandingkan dengan periode di tahun sebelumnya.

Sumber:
ekonomi.kompas.com/read/2018/04/20/101500226/kuartal-i-2018-ekonomi-indonesia-bergerak-positif
ekonomi.kompas.com/read/2018/04/17/065135326/geliat-ekonomi-indonesia-di-kuartal-i-2018
nasional.kontan.co.id/news/investasi-dan-konsumsi-dorong-pertumbuhan-ekonomi-pada-kuartal-i-2018
katadata.co.id/berita/2018/05/07/diselamatkan-investasi-ekonomi-indonesia-kuartal-1-tumbuh-506