Investasi Industri Pertanian : Strategi untuk menggenjot Pertumbuhan Ekonomi


Catatan gemilang ditorehkan industri pertanian lewat peningkatan produksi pertanian dan naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) serta Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Pada tahun 2017 saja, tercatat ada peningkatan produksi padi sebesar 10,5 juta ton yang memiliki nilai setara dengan USD3,23 miliar.

Tren Positif Industri Pertanian

Peningkatan produksi pertanian berujung pada meningkatnya ekspor komoditas pertanian. Pada 2017, nilai ekspor pertanian naik 24% dari tahun 2016. Di tahun 2018 ini, volume ekspor komoditas pertanian sudah naik 7,38% di bulan April saja. Kondisi positif tersebut bersamaan dengan kenaikan NTP dan NTUP yang merupakan indikasi peningkatan kesejahteraan petani. Secara umum, peningkatan NTP menunjukkan bahwa kemampuan daya beli petani meningkat. Pada Februari 2018, NTP naik 2,01% dari tahun sebelumnya, sementara NTUP naik 1,87%. Sinyal positif ini terus menguat sesuai dengan visi misi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia secara keseluruhan.

Potensi Pengembangan Sektor Pertanian

Muhammad Kadafi selaku Ketua Kadin Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa pengembangan sektor industri pertanian sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Kadafi, dibutuhkan pengembangan yang lebih lanjut untuk mengekspor produk olahan agar tidak hanya berhenti di ekspor produk mentah saja. Dengan mampu menguasai 25% pangsa pasar global, maka Indonesia bisa menjadi negara digdaya di bidang agraris.

Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan memfokuskan pada pengembangan 4 komoditas pertanian yaitu rempah-rempah, gula, bawang putih, dan kedelai. Bagi Kementan, keempat komoditas ini adalah komoditas kunci yang akan membuat komoditas strategis lainnya ikut berkembang. Salah satu langkah yang diambil Kementan adalah meminta Pemerintah Provinsi untuk memperluas area tanam yang lebih rendah dari tahun lalu.

Kementan juga akan melakukan regenerasi petani dan produksi benih. Regenerasi petani merupakan faktor krusial untuk menjaga agar jumlah dan kualitas SDM yang mengolah industri pertanian tetap tinggi. Bukan hanya untuk menjaga jumlah petani tetap banyak, tapi juga melatih petani untuk berorientasi agribisnis dan mekanisasi untuk meningkatkan kualitas dan produksi. Produksi benih pun jadi fokus untuk menyediakan benih-benih unggul dan gratis bagi petani.

Deregulasi Perizinan Untuk Tingkatkan Investasi

Regulasi dan birokrasi yang sering kali dianggap menghambat investasi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meningkatkan investasi dari industri pertanian. Dari informasi Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, Kementan telah menindaklanjuti Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Langkah-langkah yang telah diambil antara lain dengan menyesuaikan 241 peraturan dan mencabut 50 peraturan Permentan maupun Kepmentan.

Selain itu, Kementan juga telah mereduksi kurang lebilh 140 perizinan yang menghambat proses investasi. Dengan adanya deregulasi peraturan ini, proses investasi bisa dipercepat tanpa harus menghilangkan kualitas yang baik dalam mengelola industri pertanian. Diharapkan, sektor pertanian mampu untuk terus berkontribusi positif dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan perekonomian Indonesia.

Sumber:
rilis.id/dorong-investasi-di-sektor-pertanian-kementan-deregulasi-peraturan
jurnas.com/artikel/34409/Begini-Trik-Kementan-Dorong-Investasi-dari-Sektor-Pertanian/
tribunnews.com/nasional/2018/05/15/mendorong-investasi-dari-sektor-pertanian