Apresiasi FAO Atas Capaian Positif Pertanian Indonesia


Di Indonesia, sektor pertanian menjadi sektor yang menjanjikan bagi para pengusaha. Hal ini diperkuat dengan apresiasi positif yang diberikan oleh Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO tentang lahan pertanian di Indonesia yang menjadi model sekaligus tempat pembelajaran untuk sektor pertanian di dunia.

Perlu diketahui bahwa Indonesia telah menjadi anggota FAO sejak tahun 1948. Kemudian, pada tahun 1978 Kantor FAO untuk Indonesia dibangun untuk memudahkan kepentingan birokrasi. Saat ini, FAO sudah berhasil menyelesaikan programnya sebanyak 650 program yang dibantu oleh sekitar 1.600 orang konsultan yang sesuai dengan bidangnya.

Mark Smulders yang merupakan perwakilan FAO di Indonesia menyatakan bahwa FAO akan memfasilitasi Indonesia untuk melaksanakan kerjasama di wilayah Asia Pasifik dan bahkan sampai seluruh negara di dunia. Kerjasama tersebut akan menargetkan Sustainable Development Goals atau SDGs di tahun 2030, tetapi Indonesia diharuskan mengatasi segala hal yang berkaitan dengan kemiskinan. Dimana tantangan tersebut diantaranya perubahan iklim, perpindahan penduduk, serta urbanisasi yang terjadi di Indonesia. Kerjasama yang dijalin antara FAO dan Indonesia akan mengarah pada pertukaran pengetahuan, teknologi, serta praktik di bidang pertanian dan pangan.

FAO dibawah komando Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB memberikan apresiasi untuk sektor pertanian di Indonesia mengenai program asuransi untuk pertanian serta sistem informasi untuk memantau pertanian secara online. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Asisten Dirjen FAO sekaligus Kepala FAO Regional Bangkok, yaitu Kundhavi Kadiresan kepada Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI dalam acara The Fourth Jakarta Food Security Summit yang berlokasi di Jakarta Convention Center Senayan.

Kundhavi mengatakan bahwa penerapan asuransi pertanian di Indonesia berjalan dengan baik, tidak seperti di negara lainnya yang masih belum efektif dalam menjalankan program tersebut. Sedangkan, untuk sistem informasi kalender tanam yang diterapkan secara online pun memberikan dampak positif bagi para petani. Sistem tersebut diterapkan pada aplikasi E-Agricultural yang bisa diakses dengan cepat oleh para petani melalui smartphone. Sebelumnya, petani-petani tersebut diberikan penyuluhan mengenai aplikasi E-Agricultural sehingga mereka lebih paham dan terampil dalam menggunakannya. Proses pemantauan cuaca pun kini bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi tersebut.

Selain itu, Menteri Pertanian RI mengemukakan bahwa pencapaian tersebut dilakukan melalui upaya khusus atau UPSUS untuk meningkatkan sektor pertanian. Upaya ini meliputi segala hal yang berkaitan untuk menghasilkan suatu kondisi pertanian yang sehat. Adapun beberapa aspek yang dilibatkan dalam UPSUS, yaitu melakukan perubahan pada kebijakan yang menghambat terlaksananya program, perbaikan infrastruktur, penguatan peran industri hilir, memperkenalkan program asuransi pertanian, dan lain sebagainya. Investasi yang dilakukan oleh pemangku kekuasaan pun berperan penting dalam meningkatkan sektor pertanian yang ada di Indonesia.

Investasi untuk sektor pertanian pun diharapkan semakin meningkat dalam rangka mempertahankan berbagai komoditas pertanian yang ada di Indonesia, sehingga tidak perlu lagi menerima produk pangan yang diimpor oleh negara lain. Kerjasama antara FAO dan Indonesia diharapkan bisa terus berlanjut, karena kerjasama ini tidak hanya dilakukan untuk Indonesia saja, tetapi untuk negara lain di dunia.

Sumber:

mediaindonesia.com/read/detail/148746-fao-apresiasi-capaian-sektor-pertanian
kilaskementerian.kompas.com/kementan/read/2018/03/08/211935128/fao-apresiasi-capaian-sektor-pertanian-indonesia
tekno.tempo.co/read/1070692/fao-pertanian-indonesia-jadi-tempat-studi-dunia
industry.co.id/read/27768/fao-puji-kemajuan-pertanian-indonesia