Pentingnya Peran Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kala Pandemi


Pertumbuhan ekonomi biasanya selalu dikaitkan dengan iklim bisnis yang subur. Namun nyatanya, hal ini juga tidak luput dari peran investasi dalam pemulihan ekonomi di Indonesia. Bila dilihat lebih dalam lagi, sebenarnya investasi sendiri merupakan akar dari segala upaya demi memulihkan dan menumbuhkan perekonomian di Indonesia, apalagi di tangah pandemi.

Apabila ingin memprediksi atau menganalisis kondisi ekonomi Indonesia, baik di tahun 2020 maupun di tahun 2021, maka hal yang perlu diketahui adalah angka pertumbuhan ekonomi terkini, peran investasi, serta upaya yang sudah dilakukan pemerintah. Berikut ulasan lengkapnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat

Bank Dunia yang baru saja merilis prediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, yakni minus 2% - minus 1,6% year on year, pun juga menjadi bukti bahwa keterpurukan ekonomi Indonesia mencapai titik terendah selama dua dekade terakhir. Jika melihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan kuartal II, bisa dilihat bahwa angka pertumbuhannya masih berada dalam level minus.

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri mencapai minus 5,32% di kuartal II dan diperkirakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa pertumbuhan ekonomi akan naik mencapai minus 2,9% - minus 1%. Data ini menandakan Indonesia sudah dipastikan akan masuk ke jurang resesi. Meski begitu, pemerintah Indonesia masih optimis, melihat dari data-data yang sudah didapat di kuartal I dan II, bahwa akan ada pertumbuhan ekonomi yang positif menjelang Oktober sampai akhir tahun.

Upaya menghitung kondisi ekonomi Indonesia ini tidak luput dari tiga komponen penting, yakni konsumsi rumah tangga, sektor bisnis untuk investasi, serta sektor luar negeri untuk ekspor-impor.

Investasi berpengaruh terhadap PDB

Dari tiga komponen yang disebutkan sebelumnya, bisa ditarik kesimpulan bahwa ketiganya saling berhubungan. Apabila ada penurunan dari salah satu komponen, maka akan langsung berimbas kepada dua komponen lainnya. Inilah yang membuktikan peran investasi dalam pemulihan ekonomi Indonesia, terutama di tengah pandemi sekarang ini.

Pendapatan nasional atau PDB sangat erat kaitannya dengan investasi. Investasi berupa penanaman modal yang meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis yang semakin giat, kemudian juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Sepanjang semester I tahun 2020, BKPM mencatat bahwa sudah ada realisasi investasi sebesar Rp402,6 triliun yang mencakup 49,3% dari target realisasi di tahun 2020. Ini merupakan kabar baik, mengingat kondisi yang kurang kondusif akibat pandemi. Melihat angka ini, BKPM pun optimis bahwa Indonesia mampu memenuhi target realisasi investasi 2020.

Lantas, bagaimana peran investasi dalam pemulihan ekonomi secara mendetail? Pertama, investasi ini memiliki korelasi positif terhadap pembangunan infrastruktur negara. PDB yang naik akan mendukung upaya pembangunan dari pemerintah, sementara pemerintah pun akan lebih giat membangun infrastruktur guna menyokong dan menarik investor.

Kedua, investasi ini juga akan menumbuhkan iklim bisnis. Semakin banyak investasi atau penanaman modal yang dilakukan, maka akan semakin banyak pula bisnis-bisnis baru yang bermunculan. Seperti UMKM, alat kesehatan, dan perumahan yang menjadi beberapa sektor bisnis yang tumbuh di masa pandemi ini. Ketiga, banyaknya bisnis yang bermunculan akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, yang mana secara jelas akan mendukung pertumbuhan daya beli konsumen serta konsumsi rumah tangga.

Upaya yang sudah dilakukan pemerintah

Sebenarnya ada begitu banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi, terlebih mendorong peran investasi dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Salah satunya yang paling santer adalah peresmian tol Manado - Bitung yang akan semakin menyuburkan prospek investasi serta pariwisata di wilayah Sulawesi Utara.

Kemudian, pemerintah juga telah memberikan berbagai kebijakan yang semakin memudahkan jalannya investasi di Indonesia, seperti pemberian insentif pajak, bantuan perihal kredit dan penjaminan, pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law), pembentukan satgas khusus investasi luar negeri, serta kemudahan proses pengajuan izin usaha dan investasi oleh BKPM.

Harapannya adalah Indonesia mampu mengoptimalkan peran investasi dalam pemulihan ekonomi dengan rekonstruksi investasi padat karya serta bermitra dengan para pelaku bisnis, termasuk UMKM. Bisa dikatakan, fokus pemerintah Indonesia sendiri bukan hanya memulihkan ekonomi Indonesia, namun juga memastikan ekonomi Indonesia tetap maju di tahun-tahun mendatang melalui kuatnya pondasi investasi.