Sinyal Positif Realisasi Investasi di Indonesia Triwulan III 2020


Di tengah perekonomian Indonesia yang saat ini tengah memasuki fase resesi, kabar positif datang dari sektor investasi langsung di Indonesia. Tercatat bahwa realisasi investasi di Indonesia pada triwulan III 2020 mengalami pertumbuhan positif, baik investasi domestik maupun investasi asing. Hal ini merupakan lampu hijau bagi segenap pelaku ekonomi untuk semakin giat menggerakkan bisnisnya di tengah pandemi COVID-19. Berikut informasi lengkap mengenai realisasi investasi di Indonesia triwulan III 2020.

Meningkat 8,9% dari triwulan II 2020

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebutkan bahwa realisasi investasi di Indonesia pada triwulan III 2020 mencapai nilai Rp209 triliun. Jika diakumulasikan dengan total realisasi investasi di Indonesia per bulan Januari-September 2020, maka BKPM mencatat realisasi investasi di Indonesia sebesar Rp611,6 triliun.

Pencapaian ini disambut baik oleh pemerintah mengingat adanya geliat pertumbuhan ekonomi, dalam komponen penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Bahlil juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Indonesia triwulan III 2020 mengalami peningkatan sebesar 8,9% dibandingkan dengan realisasi investasi di triwulan II 2020 yang mencapai Rp191,9 triliun.

Fakta penting lainnya adalah realisasi investasi di Indonesia pada triwulan III 2020 juga mengalami peningkatan sebesar 1,6% dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama di tahun sebelumnya, tepatnya pada triwulan III tahun 2019 sebesar Rp205,7 triliun.

Berdasarkan data yang diterima, Bahlil mengungkapkan optimisme BKPM dalam memenuhi target realisasi investasi tahun 2020 sebesar Rp817,2 triliun, dimana saat ini telah mencapai sekitar 74,8% dari target tersebut. Didukung dengan diberlakukannya UU Cipta Kerja dan adanya 153 perusahaan yang berminat untuk melakukan relokasi ke Indonesia, Bahlil optimis bahwa realisasi investasi di Indonesia pada triwulan IV 2020 hingga ke tahun 2021 akan terus meningkat.

Realisasi investasi PMDN

Realisasi PMDN di triwulan III 2020 mencatat hasil yang cukup baik, kendatipun nilainya tercatat masih sedikit di bawah realisasi PMA. BKPM mencatat adanya realisasi PMDN sebesar Rp102,9 triliun, dimana terjadi peningkatan sebesar 2,2% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. Dari data yang dipublikasikan BKPM, terdapat 5 sektor usaha dengan realisasi investasi PMDN terbesar di triwulan III 2020.

Sektor Konstruksi berhasil menduduki posisi puncak dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp23 triliun, disusul dengan sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi yang meraup Rp17,7 triliun. Selanjutnya, terdapat sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp12,6 triliun.

Sektor Listrik, Gas, dan Air mengumpulkan Rp11,2 triliun. Di posisi kelima terdapat sektor Industri Kimia dan Farmasi dengan total nilai realisasi investasi sebesar Rp7,5 triliun. Jika dilihat dari lokasi persebarannya, lokasi proyek dengan realisasi investasi PMDN terbesar di triwulan III 2020 secara urut terletak di Banten, Riau, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.

Realisasi investasi PMA

Selain meningkatnya realisasi investasi di Indonesia triwulan III 2020, Bahlil juga mengumumkan adanya peningkatan pada realisasi PMA yang kini mencapai Rp106,1 triliun. Artinya, ada peningkatan sebesar 1,1% bila dibandingkan dengan realisasi investasi PMA di periode yang sama tahun 2019 yang mencapai Rp105 triliun.

Menurut data BKPM, terdapat lima sektor usaha dengan realisasi investasi PMA terbesar sepanjang triwulan III 2020. Kelima sektor tersebut adalah sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang meraup US$1,6 miliar; sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi yang mengumpulkan US$1 miliar; serta sektor Listrik, Gas, dan Air dengan total realisasi investasi PMA sebesar US$0,9 miliar.

Sektor berikutnya yaitu sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran dengan realisasi investasi PMA sebesar US$0,6 miliar; dan ditutup oleh sektor Industri Kimia dan Farmasi yang meraup US$0,6 miliar. Dari data yang disampaikan, diperoleh informasi bahwa realisasi investasi PMA secara urut paling banyak berlokasi di Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku Utara, Banten, dan Kep. Riau. Adapun lima negara asing dengan realisasi investasi PMA terbesar di triwulan III 2020 berturut-turut adalah Singapura, R.R. Tiongkok, Jepang, Hongkong, dan Belanda.