BKPM-Kemlu Perkuat Kerjasama untuk Genjot Investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjadi narasumber dalam Webinar Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dengan topik “Mempertahankan Momentum Investasi: Strategi Peningkatan Investasi Pasca COVID-19” kemarin sore (6/5). Acara ini diikuti oleh 34 Kepala Perwakilan RI di seluruh dunia antara lain dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Rusia, KBRI di Uni Emirat Arab, KBRI di Jerman, KBRI di Tiongkok, KBRI di Italia, KBRI di Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, serta KBRI di Turki.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang menjadi keynote speaker menyampaikan apresiasi atas pencapaian realisasi investasi Triwulan I 2020 yang tumbuh 8%. Dan di saat bersamaan mengingatkan pentingnya memperkuat strategi menggalang investasi di tengah dinamika pandemi COVID-19. Seiring dengan momentum pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi nanti, Kemlu dan BKPM harus bersinergi dalam menarik investasi yang berkualitas. Perwakilan Indonesia di luar negeri memiliki peran strategis dalam diplomasi ekonomi.

“Webinar ini menjadi penting dalam konteks peluang investasi di masa pemulihan ekonomi pasca COVID-19. Perwakilan RI diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya untuk menjajaki peluang yang ada di masing-masing negara setempat. Orientasi diplomasi ekonomi menjadi lebih penting dari sebelumnya,” pesan Retno dalam pidato pembukaan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia terkesan dengan semangat para kepala perwakilan dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat dan kaya substansi. Walaupun dalam masa pandemi COVID-19 di masing-masing negara, para diplomat terus aktif mempromosikan peluang investasi Indonesia.

“Di tengah COVID-19, memang berat untuk mengharapkan investasi baru masuk indonesia. BKPM akan berfokus pada investasi yang sudah ada hingga dapat direalisasikan. Bantu kami untuk mempromosikan investasi. Bapak dan Ibu Dubes silahkan mencari investor. BKPM akan mengawalnya di Indonesia dan menyelesaikan jika ada masalah,” ujar Bahlil.

BKPM memiliki target penyelesaian investasi mangkrak senikai Rp708 triliun. Saat ini sudah diselesaikan Rp287 triliun yang antara lain terdiri dari proyek investasi dari Lotte Chemical Indonesia, kerja sama Pertamina-Rosneft, pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati, serta pembangunan pabrik mobil Hyundai Motor Company. Dengan adanya Inpres Nomor 7 tahun 2019 terkait pelimpahan kewenangan perizinan dari 22 kementerian/lembaga kepada BKPM, maka BKPM berkomitmen untuk mengawal investor yang masuk dan menjamin agar investasi yang masuk tidak dipersulit lagi. (*)

Download