R&I Naikkan Peringkat Indonesia Menjadi BBB+

Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information Inc (R&D menaikkan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia dari BBB/outlook stabil menjadi BBB+/outlook stabil (Investment Grade). Peningkatan peringkat Indonesia menunjukkan masih terjaganya keyakinan stakeholder internasional terhadap kinerja perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia. BI menilai naiknya peringkat Indonesia; sebagai hasil dari upaya bersama di area moneter, fiskal, dan reformasi struktural untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, didukung oleh stabilitas makro ekonomi. “Ke depan, Bank Indonesia akan tetap waspada dan terus memonitor perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk dampak Covid-19, dengan tetap memperkuat bauran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait lainnya dalam rangka menjaga stabilitas makro ekonomi, mendorong reformasi struktural, dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Gubernur Bank lndonesia Perry Warjiyodi Jakarta kemarin.

Menurut R&I, keputusan peningkatan peringkat didukung beberapa faktor utama. Pertama, implementasi kebijakan yang kuat untuk meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi didukung fondasi politik yang kukuh. Dengan implementasi berbagai kebijakan tersebut, ekonomi diperkirakan berlanjut tumbuh stabil dalam jangka menengah.

Kedua, dengan memastikan defisit fiskal tetap terjaga, pemerintah menjaga rasio utang pada tingkat yang rendah. Ketiga, cadangan devisa yang memadai relatif terhadap utang jangka pendek.

R&I dalam keterangannya menuturkan, ketahanan ekonomi Indonesia terhadap guncangan ekstemal tetap terjaga seiring dengan stance kebijakan yang menekankan pada stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal. Selama beberapa tahun terakhir, ekonomi riil telah tumbuh sekitar 5% per tahun.

Meskipun merebaknya wabah novel corona virus dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah dan bank sentral bekerja untuk menopang perekonomian dan menjaga stabilitas makroekonomi. Mempertimbangkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga dan lingkungan politik yang stabil, R&I memperkirakan perekonomian akan kembali membaik apabila dampak novel corona virus dapat dikendalikan.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pengesahan omnibus law sehingga dapat meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lapangan kerja. Implementasi aturan tersebut akan mendorong investasi dan mendukung penguatan fundamental ekonomi serta mendorong pertumbuhan dalam jangka menengah-panjang.

Di sisi ekstemal, neraca transaksi berjalan mengalami defisit yang rendah. Adapun defisit transaksi berjalan diperkirakan sebesar 2-3% pada 2020 dan ke depan. Cadangan devisa mampu membiayai 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Risiko nilai tukar di sektor swasta telah menurun sebagai dampak dari penerapan kebijakan bank sentral.

Sumber: Koran SINDO – Selasa, 17 Maret 2020, Halaman 10

Download