Strategi BKPM Menjaga Iklim Investasi di Masa Pandemic COVID-19

Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, realisasi investasi di Indonesia pada semester I 2020 masih menunjukkan tren positif. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, pada periode tersebut realisasi investasinya mencapai 402,6 triliun, naik 1,8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Bila dirinci, nilai investasi selama semester I 2020 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 207 triliun (51,4%), dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 195,6 triliun (48,6%). Selama periode ini, tenaga kerja yang terserap 566.194 orang dari 57.815 proyek investasi. Nilai realisasi investasi semester I 2020 mencapai 493% dari target investasi 2020 sebesar Rp871,2 triliun.

Pada triwulan II 2020, realisasi investasi di Indonesia mengalami tekanan yang cukup berat. Jumlahnya mencapai Rp 191,9 triliun atau turun 4,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Bahkan bila dibandingkan dengan triwulan I 2020, penurunannya mencapai 8,9%. Kepala BKPM meyakini minat investasi di semester II 2020 akan lebih baik dari semester I 2020, meskipun ada penurunan minat investasi pada triwulan II 2020.

Salah satu upaya yang gencar dilakukan BKPM untuk meningkatkan realisasi investasi adalah menuntaskan permasalahan investasi mangkrak di Indonesia. Sepanjang semester I 2020 BKPM telah menuntaskan 58% investasi mangkrak senilai Rp 410 triliun dari total Rp 708 triliun. Investasi mangkrak tersebut berasal dari 11 perusahaan yang selama ini mengalami kendala dalam merealisasikan investasinya. 3 perusahaan dengan nilai investasi terbesar yang berhasil difasilitasi oleh BKPM antara lain Rosnef Rp 211,9 triliun, Lotte Chemical Rp 61,2 triliun dan PT. Vale Indonesia Tbk Rp 39,2 triliun.

Menurut Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM ada tiga penyebab investasi mangkrak, yaitu arogansi sektoral, adanya aturan yang tumpeng tindih, dan permasalahan di lapangan terkait dengan lahan. Dengan pendekatan yang dilakukan BKPM, investasi yang mangkrak akhirnya dapat diselesaikan. Di tengah ancaman pandemi virus corona (Covid-19) dengan banyak tantangan, BKPM terus melakukan pengawalan investasi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Hal itu, terutama untuk mendorong masuknya investasi asing dan menyelesaikan investasi yang mangkrak.

BKPM telah menyiapkan strategi untuk menjaga iklim investasi ditengah pandemic COVID-19. Ada empat strategi yang dibuat BKPM, yaitu memfasilitasi perusahaan existing yang sudah beroperasi, memfasilitasi potensi perusahaan existing yang belum tereksekusi, mendatangkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan existing yang melakukan ekspansi. Kepala BKPM juga menegaskan bahwa investasi merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Terutama di tengah kondisi pandemi seperti saat ini di mana konsumsi masyarakat yang menjadi kontributor utama PDB Indonesia sedang melemah.

Download