Sebagai pasar ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pasar ekonomi yang sedang berkembang di dunia, Indonesia terus meningkatkan posisinya untuk menjadi salah satu tujuan utama investasi yang efisien dan menarik di ranah ekonomi global. Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan zona ekonomi yang bertujuan untuk mengendalikan penggunaan ruang, meningkatkan upaya pengembangan ekonomi yang berwawasan lingkungan, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing investasi, serta memberikan kepastian dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pembangunan ekonomi dan investasi. Indonesia berfokus pada programnya untuk melokalisasi investasi ke dalam zona ekonomi yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

Menindak lanjuti Paket Kebijakan Ekonomi II yang dikeluarkan pada tanggal 29 September 2015 mengenai percepatan dan penyederhanaan layanan perizinan investasi di kawasan industri, Indonesia telah menerapkan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) di 48 kawasan industri terpilih, sebagai berikut:

  1. Kawasan Industri Kendal
  2. Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB)
  3. Kawasan Industri Wijaya Kusuma
  4. Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)
  5. Kawasan Industri Bantaeng (KIBA)
  6. Kawasan Industri Terpadu Wilmar (KITW)
  7. Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE)
  8. Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)
  9. Kawasan Industri Bekasi Fajar Industrial Estate (BFIE)
  10. Kawasan Industri Delta Silicon 8
  11. Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC)
  12. Kawasan Industri Suryacipta City of Industry (SCI)
  13. Kawasan Industri GT Tech Park
  14. Kawasan Industri Medan (KIM)
  15. Kawasan Industri Artha Industrial Hill
  16. Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC)
  17. Kawasan Industri Jababeka Tahap III
  18. Kawasan Industri Kota Bukit Indah Industrial City
  19. Kawasan Industri Indotaisei Kota Bukit Indah
  20. Kawasan Industri Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS)
  21. Kawasan Industri Maspion
  22. Kawasan Industri Tuban
  23. Kawasan Industri Batamindo Industrial Park
  24. Kawasan Industri Bintang Industrial Park II
  25. Kawasan Industri Kabil Integrated Industrial Estate
  26. Kawasan Industri West Point Maritime Industrial Park
  27. Kawasan Industri Dumai
  28. Kawasan Industri Kariangau
  29. Kawasan Berikat Nusantara
  30. Kawasan Industri Jakarta Industrial Estate (JIEP)
  31. Kawasan Industri Marunda Center
  32. Kawasan Industri Bintan Inti Industrial Estate Lobam
  33. Kawasan Industri Millenium Industrial Estate
  34. Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park (EJIP)
  35. Kawasan Industri Bekasi International Industrial Estate
  36. Kawasan Industri MM 2100 Industrial Town
  37. Kawasan Industri Terpadu Indonesia China (KITIC)
  38. Kawasan Industri Kujang Cikampek
  39. Kawasan Industri Lion
  40. Kawasan Industri Cibinong Center Industrial Estate
  41. Kawasan Industri Rancaekek
  42. Kawasan Industri Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ)
  43. Kawasan Industri Pergudangan Safe N Lock
  44. Kawasan Industri Tanjung Buton
  45. Kawasan Industri Padang Industrial Park
  46. Kawasan Industri Makassar (KIMA)
  47. Kawasan Industri Piyungan
  48. Kawasan Industri Karawang New Industry City

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan sebuah terobosan yang dirancang oleh Pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi dengan mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan daya saing tinggi. Sejauh ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia, berdasarkan potensi demografis dan aksesibilitas kawasan tersebut ke pasar global. Untuk menarik lebih banyak investasi, mengelola industri, ekspor-impor, dan kegiatan ekonomi lainnya dengan nilai ekonomi berskala tinggi dan daya saing global, serta menciptakan kualitas pekerjaan yang luas.

Pemerintah Indonesia menargetkan untuk dapat tercipta 17 daerah KEK hingga 2019, untuk mencapai tujuan pemerintah, yakni menjadikan KEK sebagai pusat pertumbuhan baru. KEK yang hendak dikembangkan direncanakan terbagi menjadi 2 sektor besar, yaitu sebanyak 10 wilayah direncanakan untuk sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan 7 wilayah lainnya untuk berbagai sektor, mulai dari industri mineral sampai industri perikanan.

Hingga Agustus 2018, telah terdaftar 12 daerah yang menjadi KEK di Indonesia, yaitu

• KEK Sei Mangkei

• KEK Tanjung Lesung

• KEK Tanjung Api-Api

• KEK Morotai

• KEK Mandalika

• KEK Palu

• KEK Bitung

• KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

• KEK Tanjung Kelayang

• KEK Sorong

KEK Arun-Lhokseumawe

• KEK Galang Batang

Kawasan Ekonomi Khusus

Pemerintah memiliki rencana besar untuk pariwisata di Indonesia. Tapi untuk mewujudkan sektor pariwisata menjadi penyumbang utama ekonomi, diperlukan investasi besar untuk mempercepat prosesnya. Pemerintah telah menentukan 10 tujuan wisata prioritas untuk pembangunan, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Mandalika (Nusa Tenggara Barat) dan Morotoi (Maluku Utara).

Kawasan Pariwisata