Pembebasan bea masuk 2 tahun; atau langsung mengajukan permohonan 4 tahun untuk perusahaan yang menggunakan mesin hasil produksi lokal (min 30%).

Untuk industri yang memproduksi barang dan/atau jasa, termasuk:

1. Pariwisata dan Budaya

2. Transportasi Umum

3. Pelayanan Kesehatan Masyarakat

4. Pertambangan

5. Konstruksi

6. Telekomunikasi

7. Pelabuhan

Persyaratan:

Impor mesin, barang dan bahan baku:

  • Belum diproduksi oleh perusahaan lokal.
  • Bila mesin lokal tersedia, namun belum dapat memenuhi kriteria mesin yang dipersyaratkan.
  • Bila mesin lokal tersedia, namun belum memenuhi jumlah mesin yang dibutuhkan.

30% dari nilai investasi

145 bidang usaha memenuhi syarat untuk mendapat tax allowance, diperluas dari 143 segmen pada peraturan sebelumnya dengan segmen tambahan, yaitu industri tekstil.

Dengan persyaratan tertentu antara lain: nilai investasi atau orientasi ekspor, penyerapan tenaga kerja, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan lokasi proyek (terutama di luar Pulau Jawa).

Pengurangan pendapatan bersih perusahaan yang berjumlah 30% dari jumlah investasi, yang dilakukan selama periode 6 tahun (setara dengan 5% deduksi per tahun).

Ilustrasi Penghitungan Tax Allowance: PT ABC

Total Investasi: USD 10.000.000

Pengurangan per tahun: 5% x USD 10.000.000 = USD 500.000

Pengurangan selama 6 tahun: 6 x USD 500.000 = USD 3.000.000

Kementerian Keuangan RI telah menerbitkan peraturan baru terkait kebijakan Tax Holiday, yaitu Peraturan Menteri Keuangan No. 150/PMK.010/2018 pada tanggal 27 November 2018. Peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Menteri Keuangan No. 35/PMK.010/2018.

Pengurangan Pajak Penghasilan Badan dapat diberkan dengan jangka waktu 5 - 20 tahun.

18 industri pionir yang dapat menerima fasilitas ini adalah:

  1. Industri logam dasar hulu (besi baja atau bukan besi baja) tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  2. Industri pemurnian atau pengilangan minyak dan gas bumi tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  3. Industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam atau batubara tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  4. Industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  5. Industri kimia dasar anorganik tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  6. Industri bahan baku utama farmasi tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi
  7. Industri pembuatan peralatan iradiasi, elektromedikal, atau elektroterapi
  8. Industri pembuatan komponen utama peralatan elektronika atau telematika, seperti semiconductor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau display
  9. Industri pembuatan mesin dan komponen utama mesin
  10. Industri pembuatan komponen robotik yang mendukung industri pembuatan mesin-mesin manufaktur
  11. Industri pembuatan komponen utama mesin pembangkit tenaga listrik
  12. Industri pembuatan kendaraan bermotor dan komponen utama kendaraan bermotor
  13. Industri pembuatan komponen utama kapal
  14. Industri pembuatan komponen utama kereta api
  15. Industri pembuatan komponen utama pesawat terbang dan aktivitas penunjang industri dirgantara
  16. Industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan yang menghasilkan bubur kertas (pulp) tanpa atau beserta turunannya
  17. Infrastruktur ekonomi
  18. Ekonomi digital yang mencakup aktivitas pengolahan data, hosting, dan kegiatan yang berhubungan dengan itu


Klik di sini untuk infografis


Klik di sini untuk peraturan lebih lanjut